Optimalisasi Fungsi Desa Adat dalam Tata Kelola Lingkungan Berkelanjutan di Desa Nanggungan
Keywords:
Desa Adat, Pengelolaan Lingkungan, EkowisataAbstract
Pengelolaan lingkungan berkelanjutan di Desa Nanggungan mencerminkan harmoni antara kearifan lokal, pelestarian lingkungan, dan pengembangan ekowisata. Desa ini mempertahankan tradisi Kediri Aga yang menjunjung tinggi nilai-nilai adat dalam menjaga alam, seperti sistem awig- awig dan konsep Tri Hita Karana. Masyarakat lokal menjalankan praktik konservasi melalui pembatasan pemanfaatan sumber daya alam, larangan penggunaan bahan kimia berbahaya, serta pelestarian hutan dan sumber mata air. Ekowisata dikembangkan secara partisipatif dan berkelanjutan, mengutamakan keterlibatan masyarakat, menjaga integritas budaya, dan meminimalkan dampak terhadap lingkungan. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, dilakukan pendampingan dalam memperkuat kapasitas lokal, peningkatan pemahaman masyarakat akan pentingnya pengelolaan lingkungan, serta identifikasi potensi wisata berbasis budaya dan alam. Pendekatan kolaboratif yang menggabungkan nilai adat dan pengetahuan akademik menunjukkan bahwa kearifan lokal dapat menjadi fondasi utama dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

