Edukasi Program Pengembangan Air Bersih dengan Infrastruktur Sanitasi yang Baik dan Layak
Keywords:
Sanitasi Pedesaan, Edukasi Lingkungan, Perilaku Higienis, Air BersihAbstract
Isu air bersih dan sanitasi layak masih menjadi tantangan berkelanjutan di wilayah pedesaan Indonesia. Desa Bayem, Kecamatan Kasembon, Malang, merupakan salah satu wilayah yang memiliki kondisi sanitasi yang belum optimal, ditandai dengan pencemaran sungai akibat limbah ternak, keterbatasan toilet umum, dan rendahnya edukasi perilaku hidup bersih pada anak. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), edukasi air bersih dan sanitasi dilaksanakan di SDN 03 Bayem untuk meningkatkan pemahaman dan perilaku siswa sebagai agen perubahan lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif–kualitatif dengan menganalisis data lapangan berupa observasi fasilitas desa, wawancara dengan guru dan siswa, serta hasil kegiatan edukasi. Temuan lapangan menunjukkan bahwa meskipun desa memiliki fasilitas dasar seperti >50 sumur gali, 3 MCK umum, dan 6 posyandu, pengelolaan sanitasi masih belum maksimal. Program edukasi meningkatkan pengetahuan siswa hingga 80% pada aspek fungsi air bersih dan 75% pada bahaya sanitasi buruk. Kesimpulan menunjukkan bahwa edukasi berbasis sekolah efektif dalam mendorong kesadaran sanitasi di pedesaan. Penelitian merekomendasikan peningkatan fasilitas sanitasi desa dan kolaborasi jangka panjang antar lembaga.

