Pengaruh kapasitas operator terhadap efektivitas dan efisiensi distribusi pupuk menggunakan traktor di perkebunan kelapa sawit PT Sawit Kaltim Lestari SAWIT KALTIM LESTARI
Keywords:
Kapasitas operator, efektivitas, efisiensi, distribusi pupuk, traktorAbstract
Distribusi pupuk yang efektif dan efisien merupakan bagian penting dalam kegiatan pemupukan kelapa sawit karena berkaitan dengan ketepatan lokasi, waktu, jumlah pupuk, serta penggunaan sumber daya operasional. PT. Sawit Kaltim Lestari menerapkan mekanisasi menggunakan traktor untuk mendukung kegiatan distribusi pupuk, sehingga kemampuan operator menjadi salah satu faktor yang diduga mempengaruhi keberhasilan operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas operator dalam mengoperasikan traktor serta menganalisis pengaruhnya terhadap efektivitas dan efisiensi distribusi pupuk. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Data diperoleh melalui kuesioner terhadap 20 responden yang terdiri atas operator traktor, mandor lapangan, asisten afdeling/pengawas, dan pekerja distribusi pupuk. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan skala Likert serta analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan persepsi terhadap kapasitas operator. Operator menilai kapasitasnya dalam kategori baik dengan rata-rata 4,33, sedangkan mandor, asisten, dan pekerja memberikan penilaian masing-masing sebesar 1,65, 1,30, dan 1,00. Meskipun terdapat kesenjangan persepsi tersebut, efektivitas distribusi pupuk berada pada kategori cukup baik hingga sangat baik, sedangkan efisiensi berada pada kategori baik hingga sangat baik. Hasil regresi menunjukkan bahwa kapasitas operator berpengaruh signifikan terhadap efektivitas distribusi pupuk dengan nilai signifikansi 0,044 dan koefisien determinasi 42,8%. Kapasitas operator juga berpengaruh signifikan terhadap efisiensi distribusi pupuk dengan nilai signifikansi 0,047 dan koefisien determinasi 42,7%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kapasitas operator merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung efektivitas dan efisiensi distribusi pupuk menggunakan traktor, meskipun masih terdapat faktor lain yang turut mempengaruhi kinerja operasional.
References
Ardyana, L. E., Fachriza, F. T., & Kardi, K. (2025). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja operator aviobridge: Studi pengaruh kompetensi teknis, pengalaman kerja, dan kondisi peralatan. Journal of Management, Innovation and Entrepreneurship, 3(1), 341–349.
Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Ghozali, I. (2013). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Indrayanti, T., Prayoga, A., & Zakky, M. (2024). Penggunaan alsintan pada pertanian modern dalam usahatani padi sawah untuk mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Tangerang. Jurnal Ketahanan Nasional, 30(2), 258–274.
in Sustainable Food Systems, 9, 1600375.
Likert, R. (1932). A technique for the measurement of attitudes. Archives of Psychology. Sugiyono. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D.; Bandung: Alfabeta.
Ortova, M., Syversen, A. G., Mugurusi, G., & Alaeddini, M. (2025). Organizational barriers to the Operator 4.0, Operator 5.0 and human-centricity paradigms: A mixed methods study. In IFIP International Conference on Advances in Production Management Systems (pp. 90–104). Springer.
Paman, U., Khairizal, Sutriana, S., Zulhanafiah, & Pamungkas, A. B. (2023). Evaluation of operator’s competence to operate and maintain farm machines in Riau Province, Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science.
Yangchen, D. C., Yang, Q., & Hong, M. (2025). Labor-saving agricultural mechanization services and the technical efficiency in agricultural production: Evidence from Chinese rural households. Frontiers


