Analisis kondisi biosekuriti peternakan ayam ras broiler di Desa Bunten Timur Kecamatan Ketapang Kabupaten Sampang Madura
Keywords:
Peternakan, ayam ras pedaging, wabah penyakit, biosekuritiAbstract
Peternakan ayam khususnya ayam pedaging dapat terserang penyakit mulai dari penyakit ringan hingga penyakit yang dapat mematikan ayam. Infestasi penyakit ayam dapat memberikan dampak negatif bagi peternak dalam skala kecil maupun besar, mulai dari penurunan produktivitas ayam hingga kematian. Oleh karena itu, peternakan khususnya ayam pedaging harus memiliki sistem pencegahan penyakit untuk mengurangi kerugian ekonomi yang mungkin terjadi. (Rahmawati, 2021). Salah satu terobosan yang tersebar luas saat ini pada ayam pedaging adalah penggunaan sistem biosekuriti, yang tujuannya adalah untuk melindungi ternak dari penyakit mematikan. Wabah penyakit dapat menurunkan tingkat produksi pada ayam broiler juga akan berpengaruh terhadap populasi ayam broiler, maka dari itu untuk mengurangi kerugian yang dialami para peternak harus lebih meningkatkan perlindungan terhadap ayam ternaknya, salah satunya dengan menerapkan sistem biosekuriti yang lebih ketat.Penerapan Biosekuriti Peternak Ayam Broiler di Desa Bunten Timur, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang yang meliputi Penerapan biosekuriti sumber ayam berada pada level rendah (30-50) dengan bobot 37, penerapan Dari hasil penelitian yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa penerapan Biosekuriti Peternak Ayam Broiler di Desa Bunten Timur, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, dengan jumlah bobot 293 dengan kategori Cukup, Karena peternak ayam broiler sudah melaksanakan beberapa penerapan biosekuriti pada peternakan ayam broiler.
References
Ardana, I. B. K. 2011. Strategi pencegahan penyakit infeksius pada peternakan broiler berbasis laboratorium. Buletin Veteriner Udayana, 3(1), 51-59.
Badriyah, N., & Ubaidillah, M. 2013. Pengaruh frekuensi penyemprotan desinfektan pada kandang terhadap jumlah kematian ayam broiler. Jurnal Ternak, 4(2), 22-26.
Damron, W. S. 2006. Introduction to Animal Science: Global, Biological, Social and Industry Perspectives (3rd ed.). Dalam Siahaan, S. J. 2007. Pengaruh Tingkat Biosekuriti terhadap Pemaparan Avian Influenza pada Unggas Air [Tesis]. Bogor: Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.
Hadi, U. K. 2010. Pelaksanaan Biosecurity pada Peternakan Ayam [Skripsi]. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
Hanafi, A. 1986. Memasyarakatkan Ide-Ide Baru. Surabaya: Usaha Nasional.
Ilham, N., & Yusdja, Y. 2010. Dampak flu burung terhadap produksi unggas dan kontribusi usaha unggas terhadap pendapatan peternak skala kecil di Indonesia. Jurnal Agro Ekonomi, 28(1), 39-68.
Kartika Budi Utami. 2021. Evaluasi penerapan biosekuriti di peternakan ayam joper di Jawa Timur. Jurnal Agriekstensia, 20(2), 208-215.
Rachmawati, E., dkk. 2021. Penerapan HACCP pada pengolahan daging ayam di instalasi gizi RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Jurnal Socia Akademika, 7(2), 20 Desember 2021.
Rusniy. 2013. Tingkat Adopsi Inovasi Biosekuriti Ayam Ras Petelur di Kabupaten Sidrap dan Faktor-Faktor yang Memengaruhinya [Tesis]. Makassar: Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin.
Ryder, A. 2005. Poultry Industry Biosecurity Manual. Dalam Siahaan, S. J. 2007. Pengaruh Tingkat Biosekuriti terhadap Pemaparan Avian Influenza pada Unggas Air [Tesis]. Bogor: Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.
World Health Organization. 2008. What is Avian Influenza. Diakses dari http://www.searo.who.int/en/section pada 12 Juni 2014.


