Sosialisasi Pemanfaatan Tanaman Herbal untuk Pencegahan dan Pengobatan Demam Berdarah di Dusun Tegalsari, Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri
Keywords:
Demam Berdarah Dengue, tanaman herbal, Tanaman Obat Keluarga (TOGA), penyuluhan kesehatan, pemberdayaan masyarakatAbstract
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Tingginya angka kejadian DBD dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang mendukung perkembangan nyamuk Aedes aegypti serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam melakukan upaya pencegahan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui edukasi kesehatan dan pemanfaatan tanaman herbal sebagai pendukung pencegahan serta pengobatan DBD. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai penyakit DBD serta pemanfaatan tanaman herbal sebagai alternatif pendukung kesehatan keluarga. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 11 Januari 2026 di Dusun Tegalsari, Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri dengan sasaran anggota PKK RT 07–08. Metode yang digunakan meliputi observasi awal, penyuluhan, diskusi interaktif, dan evaluasi kegiatan. Materi yang disampaikan meliputi penyebab, penularan, gejala, dan pencegahan DBD melalui program 3M Plus, serta pemanfaatan berbagai tanaman herbal seperti daun pepaya (Carica papaya L.), jambu biji merah (Psidium guajava L.), meniran (Phyllanthus niruri), temulawak (Curcuma zanthorrhiza), sambiloto (Andrographis paniculata), kunyit (Curcuma longa), dan patikan kebo (Euphorbia hirta). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dengan rata-rata tingkat pemahaman meningkat dari 46,6% sebelum penyuluhan menjadi 91,2% setelah kegiatan. Tingginya partisipasi dan antusiasme peserta menunjukkan bahwa metode penyuluhan efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan DBD dan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga melalui pemanfaatan sumber daya lokal yang berkelanjutan

